Penggunaan Madu dan Mangga (Mangifera indica) pada Penyembuhan Luka

  • Alinta Ayuningtyas Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
Keywords: penyembuhan luka, madu, mangga (Mangifera indica)

Abstract

Penggunaan obat-obatan tradisional seperti tanaman sudah dilakukan secara turun temurun untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Salah satunya adalah penggunaan mangga (Mangifera indica) dan madu sebagai obat untuk menyembuhkan luka. Madu dengan komponen antimicrobial dan antioksidan yang mampu menyembuhkan luka. Madu juga dapat memberikan efek lapisan protektif dan menjaga kelembaban sehingga bakteri tidak dapat berkembang. Mangga mengandung mangiferin yang merupakan komponen yang dapat menyembuhkan luka dengan adanya vitamin A dan vitamin C yang penting dalam proses pembentukan kolagen dan jaringan ikat sehingga terjadi penyembuhan luka. Penggunaan campuran madu dan mangga diketahui dapat mempercepat proses penyembuhan luka dibandingkan jika digunakan secara terpisah

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bailung, B., & Puzari, M. (2016). Traditional use of plants by the Ahoms in human health management in upper Assam , India. Journal of Medicinal Plants Studies, 4(2), 48–51.
Bamidele, O., Kolawole, J., Ayoka, A., Babatunde, L., Onaseso, O., & Adedeji, G. (2017). Wound Healing Potentials of Aqueous Leaf Extract of Mangifera indica L. in Wistar Rats. Journal of Complementary and Alternative Medical Research, 2(4), 1–11. https://doi.org/10.9734/jocamr/2017/32409
Kalita, P. (2014). An overview on Mangifera indica: Importance and its various pharmacological action. PharmaTutor, 2(12), 72–76.
Majtan, J. (2014). Honey: An immunomodulator in wound healing. Wound Repair and Regeneration, 22(2), 187–192. https://doi.org/10.1111/wrr.12117
Masud Parvez, G., & Masud Parvez, C. G. (2016). Pharmacological Activities of Mango (Mangifera Indica): A Review. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry JPP, 1(53), 1–7.
Oryan, A., Alemzadeh, E., & Moshiri, A. (2016). Biological properties and therapeutic activities of honey in wound healing: A narrative review and meta-analysis. Journal of Tissue Viability, 25(2), 98–118. https://doi.org/10.1016/j.jtv.2015.12.002
Ramadhian, M. R., & Widiastini, A. A. (2018). Kegunaan Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya) Pada Luka. J Agromedicine, 5(1), 513–517.
Risa, A. M., Pantiwati, Y., Mahmudati, N., Husamah, H., & Miharja, F. J. (2018). Daun Mangga (Mangifera indica L): Potensi Baru Penyembuh Luka Sayat. Biota, 11(2), 96–106. https://doi.org/10.20414/jb.v11i2.128
Sari, I. D., Yuniar, Y., Siahaan, S., Riswati, R., & Syaripuddin, M. (2015). Tradisi Masyarakat dalam Penanaman dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat Lekat di Pekarangan. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 5(2), 123–132. https://doi.org/10.22435/jki.v5i2.4407.123-132
Stewart, J. A., McGrane, O. L., & Wedmore, I. S. (2014). Wound care in the wilderness: Is there evidence for honey? Wilderness and Environmental Medicine, 25(1), 103–110. https://doi.org/10.1016/j.wem.2013.08.006
Sulaiman, & Anggriani. 2019. Hubungan Mutu Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien di Poli Fisioterapi RSU Siti Hajar. Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan, 4(2), 252-261.
Sushanth, K. A., Lakshmi, K. C., & Reddy, D. S. (2016). Evaluation of wound healing activity with a new formulation of dry Mangifera indica and honey using swiss albino mice. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research, 9(4), 139–142
Published
2020-01-11
How to Cite
Ayuningtyas, A. (2020). Penggunaan Madu dan Mangga (Mangifera indica) pada Penyembuhan Luka. Journal of Health Science and Physiotherapy, 2(1), 111-115. https://doi.org/10.25311/jhsp.v2i1.41