Hubungan Adversity Quotient dengan Burnout Pada Tenaga Kesehatan di RSU Siti Hajar Medan

  • Nurul Aini Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Hajar
Keywords: Tenaga Kesehatan, Adversity Quotient, Burnout

Abstract

Pendahuluan : Tenaga kesehatan merupakan salah satu profesi yang mendapat tempat yang istimewa di mata masyarakat, dikarenakan tugas mulianya adalah untuk menyelamatkan nyawa manusia. Akantetapi  kesalahan yang terjadi saat proses pelayanan seorang tenaga kesehatan tak jarang merupakan kelailaian tenaga kesehatan, yang salahsatunya disebabkan oleh faktor kelelahan bekerja (burnout). Salah satu faktor internal yang mempengaruhi burnout adalah berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menghadapi tantangan. Kemampuan yang dimiliki individu untuk mengelola, mengatasi dan merespon permasalahan atau hambatan disebut dengan adversity quotient (Stoltz, 2007). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan adversity quotient dengan burnout pada tenaga kesehatan di RSU. Siti Hajar Medan.  Metodologi : Penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif, hasil penelitian ini menunjukkan nilai F = 36,187 dimana P < 0,05, dengan koefisien korelasi sebesar -0,723.  Kesimpulan : Terdapat hubungan yang negatif  dan signifikan antara adversity quotient dengan burnout. Semakin tinggi adversity quotient maka semakin rendah burnout, sebaliknya semakin rendah adversity quotient maka semakin tinggu Burnout

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
2. Azwar, S., 2007. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
3. Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
4. Ema, A. 2004. Peranan Dimensi Birokrasi Terhadap Burnout Pada Perawat Rumah Sakit Di Jakarta. Jurnal Psyche. Vol. 1 No. 1. 34-43, Juli 2004. Palembang: Fakultas Psikologi Universitas Bina Darma.
5. George, J.M., Jones, G.R. 2005. Understanding and Managing Organizational Behavior (4thed). New Jersey: Upper Saddle River.
6. Hidayat. A.A.A. 2007. Metode Penelitian Keperawatan dan Tekhnik Analisa Data. Jakarta: Salemba Medika.
7. Ika, K, S. 2015. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Burnout Perawat di RSUD Haji Makassar. Skripsi. Universitas Alauddin makassar.
8. Limonu, Febriani. 2013. Hubungan Motivasi Kerja Dengan Burnout Pada Perawat IRD. RSUD Dr M.M Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo. Skripsi. Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Negeri Gorontalo.
9. Maharani, P. 2016. Hubungan Adversity Quotient dengan Burnout pada Atlet Sepak Bola di Salatiga Training Centre. Skripsi. Salatiga: Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana.
10. Marselius, dkk. 2012. Studi Deskriptif Burnout dan Coping Stress pada perawat di ruang inap RS Jiwa Menur Surabaya. Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol.1 No.1.
11. Maslach, C., & Later, M. 2008. Early predictors of job burnout and engagement. Journal of Applied Psychology. 93. 498-512.
12. Masten, A. S., & Gewirtz, A. H. 2006, March. Resilience in Development: The Importance of early Childhood. Encyclopedia on Early Childhood development , hal. 1-6.
13. Nugroho, dkk. 2012. Studi Deskriptif Burnout dan Coping Stres pada Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol.1 No.1
14. Perry & Potter. 2005. Buku ajar .fundamental keperawatan: Konsep, proses, dan praktik / Patricia A. Potter, Anne Griffin Perry; alih bahasa, Yasmin Asih (et al); editor edisi bahasa Indonesia, Devi Yulianti, Monica Ester, (4th ed). Jakarta: EGC.
15. Sahlah, A. 2017. Burnout Perawat Perempuan Ditinjau dari Iklim Organisasi. Psycho Idea, No.2, ISSN 1693-1076.
16. Sarafino, E. P. 2011. Health Pshychology : biopshychosocial interactions. Sevent edition. New Year : John Wiley & Sons.
17. Soekidjo, Notoatmodjo. (2005). Metode Penelitian Kesehatan, PT. Rineka Cipta, Jakarta.
18. Stoltz, P,G. 2007. Adversity Quotient. Mengubah Hambatan Menjadi Peluang, Jakarta: Grasindo
19. Stoltz, P. G. 2000. Adversity Quotient. Jakarta: PT. Gramedia Widiasara Indonesia.
20. Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif,
21. Sutandra, L. and Sulaiman (2019) ‘Analisis Layanan Teknologi Komunikasi Klinik Fisioterapi Siti Hajar’, JURNAL SISTEM INFORMASI, 3(1), pp. 36–45. Available at: http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/query/article/view/4422/2180.
22. Kualitatif dan R&D, Bandung : Alfabeta.
23. Tricahya, R. F. 2010. Hubungan Adversity Quotient dan Stres pada Mahasiswa yang Bekerja. Skripsi. Yogyakarta : Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma
Published
2020-01-04
How to Cite
Aini, N. (2020). Hubungan Adversity Quotient dengan Burnout Pada Tenaga Kesehatan di RSU Siti Hajar Medan. Journal of Health Science and Physiotherapy, 2(1), 40-45. https://doi.org/10.25311/jhsp.v2i1.32