Potensi Jamur Kuping Hitam (auricularia polytricha) Sebagai Terapi Alternatif Diabetes Melitus

  • Dhea Oksalia Edi UNIVERSITAS LAMPUNG
Keywords: Auricularia polytricha, diabetes melitus, flavonoid, glukosa darah, polisakarida

Abstract

Dewasa ini penderita penyakit gangguan metabolik terus mengalami peningkatan jumlah penderita. Salah satu dari penyakit gangguan metabolik yaitu Diabetes melitus atau masyarakat awam mengenalnya dengan penyakit kencing manis. Prevalensi diabetes melitus di Indonesia diperkirakan akan mencapai 21,3 juta orang pada tahun 2030. Diabetes melitus ditandai oleh meningkatnya kadar glukosa dalam darah yang disebabkan karena kelainan sekresi insulin, penurunan kerja insulin ataupun keduanya. Diabetes melitus berkaitan erat dengan komplikasi berupa makroangiopati ataupun mikroangiopati. Banyak negara mengembangkan senyawa herbal yang memiliki khasiat menurunkan kadar glukosa dalam darah seperti jamur kuping hitam (Auriculria polytricha). Jamur kuping hitam mengandung flavonoid dan polisakarida berupa serat (43,2%) yang berperan penting dalam menurunkan kadar glukosa darah. Mekanisme kerja flavonoid dalam menurunkan kadar glukosa darah yaitu menurunkan penyerapan glukosa dengan menghambat GLUT 2 mukosa, meningkatkan pemakaian glukosa di jaringan perifer dan menurunkan stress oksidatif. Sedangkan polisakarida dapat mengendalikan penyerapan glukosa pada pencernaan sehingga mampu menurunkan kadar glukosa darah.

Nowadays patients with metabolic disorders are continously increase recently. One of those metabolic disorder is Diabetes mellitus or people know as “kencing manis” disease. The prevalence of diabetes mellitus in Indonesia is estimated to be as many as 21,3 million people in 2030. Diabetes mellitus is characterized by the increase of glucose levels in the blood caused by the abnormalities of insulin secretion, the decrease of insulin function or both. Diabetes mellitus is closely related to complications such as macroangiopathy and microangiopathy. There are many countries elaborate herbal coumpounds that have efficacy for decreasing blood glucose levels such as wood ear mushroom (Auricularia polytricha). Wood ear mushroom contains is flavonoid and polyssacharides in form of fiber (43,2%) which havean important role in decreasing blood glucose levels. The mechanisms how flavonoids decrease blood glucose levels is by decrease glucose absorption by inhibit the intestinal mucosa GLUT 2, decrease stimulation of peripheral glucose utilisation and decrease oxidative stress. Polysaccharides help to control the glucose absorptionin the gastrointestinal to maintain the blood glucose levels.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ajie, Rizky Bayu. 2015 White dragon fruit (Hylocereus undatus) potential as diabetes mellitus treatment. J Majority. 4(1): 69.

American Diabetes Association. 2018. Standards of medical care in diabetes USA: ADA. 2018; 41(Suppl 1):S1-S159.

Angriawan, Teddy. 2006. Budidaya jamur kuping (Auricularia polytricha) [Tugas akhir]. Jawa Tengah: Universitas Sebelas Maret.

Annisa A, Viryawan C, Santoso F. 2014. Hipoksia berpeluang mencegah kerusakan sel β pankreas pada pasien diabetes melitus tipe 2: Tinjauan biologi molekuler. CDK. 41(3): 198-9.

Bahagia W, Kurniawaty E, dan Mustafa S. 2018. Potensi Ekstrak Buah Pare (Momordhica charantia) sebagai penurun kadar glukosa darah: manfaat di balik rasa pahit. Majority. 7(2): 177-181.

Depkes RI. 2005. Pharmaceutical care untuk penyakit diabetes melitus. Jakarta: Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan RI.

Fitrianingsih SP, Mulqie L, Lukmayani Y, Liana M. 2015. Efek pemberian ekstrak jamur kuping hitam terhadap penurunan kadar glukosa darah secara in vivo. Prosiding SnaPP 2015 Kesehatan. 1(1):371-376.

Kemenkes RI. 2014. Situasi dan analisis diabetes. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI.

Kementrian Kesehatan RI. Tahun 2030 prevalensi diabetes melitus di Indonesia mencapai 21,3 juta orang.2009. [disitasi tanggal 8 September 2019]. Tersedia dari: http://www.depkes.go.id/article/view/414/tahun-2030-prevalensi-diabetes-melitus-di-indonesia-mencapai-213-juta-orang.html

Liana M, Fitrianingsih SP, Mulqie L. 2015. Karakteristik simplisia dan ekstrak etanol jamur kuping hitam (Auricularia polytricha). Prosiding Penelitian SPeSIA Unisba. 267-273.

Ndraha S. 2014. Diabetes melitus tipe 2 dan tatalaksana terkini. Medicinus. 27(2):9-16.

Ni-Jung Wu, Fu-Jing Chiou,Yih-Ming Weng, Zer-Ran Yu, Be-Jen Wang. 2014. In vitro hypoglicemic effect of hot water extract from Auricularia polytricha (Wood Ear Mushroom). Taiwan : International Journal Food Science and Nutrition. Vol. 65 (4).

Purnamasari, D. 2009. Diagnosis dan klasifikasi diabetes melitus. Dalam: Sudoyo AW, Setyohadi B, Alwi I, Marcellus SK dan Setiadi S. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jld 3 Ed. 5. Jakarta: Interna Pub.

Sasmita FW, Susetyarini E, Husamah, Pantiawati Y. 2017. Efek ekstrak daun kembang bulang (Tithonia diversifolia) terhadap kadar glukosa darah tikus wistar (Rattus novergicus) yang diiinduksi aloxan. Biosfera. 34(1):22-31.

Song J, Kwon O, Chen S, Daruwala R, Eck P, Park JB, Levine M. 2002. Flavonoid inhibition of SVCT1 and GLUT2, intestinal trasporters for vitamin C and glucose. J. Biol. Chem. [disitasi 9 November 2019]. Tersedia dari http://www.jbc.org/.

Sulaiman, Anggriani. 2017. Sosialisasi pencegahan kasus stroke pada lanjut usia di Desa Hamparan Perak Kecamatan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 1(2):70-74.

Wardani, Isnaen. 2010. Budidaya jamur konsumsi. Yogyakarta: Lily publishing.

Widowati, W. 2008. Potensi anktioksidan sebagai antidiabetes. Jurnal Kedokteran Marantana. 7(2).

Published
2020-01-04
How to Cite
Edi, D. (2020). Potensi Jamur Kuping Hitam (auricularia polytricha) Sebagai Terapi Alternatif Diabetes Melitus. Journal of Health Science and Physiotherapy, 2(1), 9-14. https://doi.org/10.25311/jhsp.v2i1.23