Hubungan Kebiasaan Merokok, Menyirih dan Lama Bekerja dengan Penurunan Kadar Cholinesterase pada Petani di Desa Gajah Pokki Kabupaten Simalungun

  • Anneta Margaretta Tambunan Universitas Prima Indonesia
  • Habsah Ritonga Universitas Prima Indonesia
Keywords: Kadar Cholinesterase, Kebiasaan Merokok, Menyirih, Lama Bekerja

Abstract

Pemaparan pestisida pada petani dapat menyebabkan penurunan aktivitas cholinesterase. Adapun penyebab terjadinya penurunan aktivitas kadar cholinesterase yaitu akibat masuknya zat kimia pestisida ke dalam tubuh melalui oral. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain crosssectional. Populasi penelitian ini adalah petani yang tinggal di Gajah Pokki sebanyak 220 petani. Sampel pada penelitian ini sebanyak 20 petani dalam memakai pestisida dengan kriteria sampel sebagai berikut : petani yang dengan masa kerja > 10 tahun, petani yang bersedia diambil sampel darahnya. Teknik atau pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Hasil penelitian ini diuji secara statistik dengan menggunakan uji chi square dengan menganalisa tabel menggunakan uji Fisher Exact dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan merokok , tidak ada hubungan kebiasaan menyirih dan tidak ada hubungan lama bekerja dengan penurunan kadar cholinesterase, dari hasil yang diperoleh disarankan adanya kerjasama pemerintah, institusi kesehatan dan institusi pendidikan dalam memberikan penyuluhan kepada petani untuk mengingat bahaya racun zat kimia pestisida dalam jangka panjang yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan terutama penurunan kadar cholinesterase pada petani.

 

Kata kunci : Kadar Cholinesterase, Kebiasaan Merokok, Menyirih, Lama Bekerja

 

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-01-04
How to Cite
Tambunan, A., & Ritonga, H. (2020). Hubungan Kebiasaan Merokok, Menyirih dan Lama Bekerja dengan Penurunan Kadar Cholinesterase pada Petani di Desa Gajah Pokki Kabupaten Simalungun. Journal of Health Science and Physiotherapy, 2(1), 1-8. https://doi.org/10.25311/jhsp.v2i1.22